Beberapa waktu kemudian, tepatnya saat rembulan mulai menampakkan hidungnya, Pricilla mendapatkan sebuah pesan dari nomor yang tidak dikenal. Orang itu mengatakan bahwa Kim dalam keadaan baik-baik saja. Bahkan, proses kemoterapi berjalan dengan lancar. Akan tetapi, dia harus dirujuk ke Jakarta. Sebuah rumah sakit yang lebih besar daripada daerah Bogor. Jadi, Pricilla masih ada kesempatan untuk menjenguk Kim di rumah sakit. “Loh bukannya di Bogor?” tanya ibu Pricilla sembari membaca koran di ruang depan. “Iya, tapi dirujuk ke Jakarta. Kebetulan, alat yang di Bogor itu kurang memadai. Adanya di Jakarta, jadi terpaksa harus dibawa ke Jakarta lagi.” Pricilla duduk di sebelah ibunya dengan tubuh yang terasa begitu lelah. “Sekarang bagaimana?” tanyanya masih disibukkan dengan berita yang a

