Takut

1147 Kata

Anara pun diam saja mendengar perkataan dari Pricilla. Anara sendiri tidak tahu harus berbuat apa dengan kondisi yang seperti saat ini. “Ra, kamu mau tahu?” tanya Pricilla mendekat ke arah Anara yang masih terlihat berpikir dan duduk di tempat yang sama. Anara menggeleng pelan sebanyak beberapa kali. “Apa lagi, Pris?” jawabnya mangut-mangut. Dia takut jika salah dalam menjawab setiap perkataan dari Pricilla, takut melukai hati temannya. “Aku bercanda.” Pricilla menepuk bahu Anara, kemudian merebahkan diri dengan menggunakan selimut. “Terima kasih, kamu sudah selalu baik sama kita,” lanjutnya sembari menyimpan ponsel yang sudah dimatikan di atas meja. Baru saja ingin memejamkan mata, Pricilla teringat dengan makser yang belum kering sejak lima belas menit yang lalu. Terpaksa, dia ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN