Pricilla saat sudah sampai di rumah sejak dua menit yang lalu. Dia pulang diantarkan oleh Kim. Wanita itu duduk di sebuah bangku yang ada di depan rumahnya. Tentu saja seorang diri untuk menikmati angin yang begitu menenangkan. Lumayan memberikan kenyamanan setelah memikirkan banyak masalah di dalam kehidupannya. “Hmm, kenapa harus seperti ini?” tanyanya pada diri sendiri dengan menatap ke arah langit yang bersih, tanpa terlihat bintang ataupun bulan. “Kenapa harus punya masalah sebanyak ini?” lanjutnya sampai tersadar dengan kehadiran ibunya. Ibu Pricilla keluar dari rumah dengan membawa satu gelas air putih untuk anaknya. Dia masih terlalu takut dengan kejadian tadi. Namun, dia sudah jauh lebih membaik saat melihat Pricilla sehat dan masih utuh pada organ tubuhnya. “Allah memberika

