"Hey.." Suara yang sangat familiar memenuhi pendengaranku. Suara yang sangat kurindukan. Suara itu terdengar sangat lembut. "Huhh." Aku mendesah. "Saking kangennya, sampe ngekhayal.." "Kangen siapa?" Aku menggigit bibir bawahku, darahku berdesir hangat dengan jantung yang berdebar kencang karena suara penuh kelembutan itu. "Balik badan dong." Astaga pikiranku sudah terkontaminasi oleh Reza. Aku menggeleng pelan. "Hey, sayang ini beneran aku lho. Reza, suami kamu. Masa dua minggu gak ketemu aja lupa?" Ketika terdengar kekehan geli dari belakang, barulah aku dengan ragu menengadahkan kepala. Refleks ku tutup mulutku ketika melihat siapa yang saat ini berdiri tegap dengan memasang senyuman yang menawan, senyum yang sangat ku rindukan. Reza. Ia berjalan, tepat berdiri di depanku yan

