Felly Rindu kian meradang, mengikat kalbu begitu erat menyisakkan rasa sesak yang menyakitkan. Rindu yang hanya punya satu obat penawar. Sosok yang hampir seminggu ini tidak pernah muncul. Apa kabar kamu? Harusnya cinta bisa mengalahkan ego. Tapi aku, justru malah memilih egoku hingga tanpa sadar aku menyakiti diriku sendiri. Kegundahan sedikit terobati, setiap harinya Reza selalu mengirimkan paket melalui perantara Bi Irah. Bi Irah memang mengerti keadaanku yang sangat, sangat merindukannya. Seperti pagi ini, aku mengetuk-ngetuk jemariku di lutut, entah untuk ke berapa kalinya aku mengintip jarum jam sedari tadi seperti merekat pada angka yang sama. Terasa lambat. Menunggu ketukan dari Bi Irah yang membawa paket yang berbeda pagi ini namun dari pengirim yang sama. Senyumku merekah, t

