Lima tahun sebelumnya. "Bisa kan lo ketuk pintu lebih dulu sebelum masuk?" tanya Bellva tanpa memandang Artemis yang menjulang di depan pintu kamarnya. Artemis bergeming di posisinya, memperhatikan Bellva duduk di depan meja rias sibuk menata rambutnya. Tidak perlu Bellva katakan secara gamblang, Artemis sudah tahu kalau saudaranya itu sedang merasa kecewa. Tanpa memedulikan rasa itu. Artemis berjalan riang ke tempat duduk Bellva, mengambil posisi di belakang Bellva lalu memeluk leher wanita itu. "Lagi ulang tahun loh, Bel... pamali ah masang muka bete gini," katanya. "Nanti muka cantiknya ilang gimana?" Pandangan keduanya bertemu di kaca. "Gue belum selesai dandan... mending lo ke ruang lukis Mama deh, siapa tahu ada keajaiban Mama udah selesai ngelukisnya," ucap Bellva dengan ketus,
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


