Bellva berlari kencang memasuki rumah sakit, meredam gejolak yang tiba-tiba hadir sejak dia melihat ada mobil Angkasa terparkir di seberang gerbang tempatnya bekerja. Ya-Bellva sangat hafal bentuk mobil apa lagi plat nomor Angkasa. Ini kali ke tiga dia melihat Angkasa datang, sebelumnya dia masih mampu untuk menahan sesuatu di dalam sana tapi hari ini berbeda. Duduk di tempat yang sama, di mobil yang sama, aroma parfume yang sama, dan orang yang pernah menciptakan sedikit senyum untuknya. Membuat Bellva kesusahan menahan asa di dalam sana, asa milik Artemis. Kaki jenjang Bellva menyusuri lorong demi lorong di area khusus pasien pengguna kamar VVIP, beberapa kali dirinya berpapasan dengan suster ataupun dokter yang terlihat tengah melakukan tugasnya. Hingga akhirnya dia sampai di depan kam

