21

1129 Kata

Bellva berpikir dia sudah berhasil menghindari masalah tapi sayangnya masalah baru telah menunggu dirinya. Baru saja dia memasuki wilayah food court, si pembawa masalah itu langsung menyambut kedatangannya. Menghampiri Bellva dengan langkah pendek-pendek, dadanya yang berotot naik turun berusaha menormalkan kembali napas yang yang terengah, jari-jari tangan kanan terlihat sibuk menepis peluh yang merosot ke alis. Bellva mematung, tidak sanggup untuk kabur padahal dia punya banyak kesempatan untuk melakukan itu. Tinggal mundur ke belakang dua langkah lalu keluar dari food court, tapi kedua kaki Bellva tak bisa bergerak. Tidak berapa lama si pembawa masalah telah berdiri di hadapan Bellva. Dia meraih pergelangan tangan Bellva dan menarik Bellva menuju salah satu meja makan yang kosong, dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN