14

2059 Kata

"Bel... BELLVA! BELLVA! BUKA PINTU!" Artemis berteriak kencang, kedua tanganya sibuk menggedor pintu. Mbok Luh berdiri di belakang Artemis, memasang wajah ketakutan dengan bibir komat-kamit merapalkan doa. "Demi Tuhan, buka pintunya Bellva!" Artemis melirik sebentar ke Mbok Luh. "Sudah berapa lama Bellva mengurung diri di kamar?" "Sesudah sarapan bersama, Mbak Sasi." "s**t!" Artemis mengerang. Dia mengeluarkan seluruh tenaganya untuk menggedor pintu, sambil memanggil Bellva, "Buka pintunya, Bel. Gue mohon, sekali aja lo dengerin gue!" Mendengar kebisingan di lantai atas, memancing rasa penasaran Papa dan Mama untuk naik ke lantai dua. Begitu sepasang suami istri itu tiba di lantai dua, keduanya kebingungan dengan suasana genting yang sedang terjadi. Artemis berteriak di depan kamar Bell

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN