"Dokter itu...?" Andara menggumam setelah melihat Kevin Sentana, dokter yang pertama kali memberikan pertolongan dan Andara hanya bisa melihatnya seperti dalam mimpi saat setengah sadar. "Kamu ingat dia Istriku? Dia sepupuku, Dokter Kevin Sentana. Kami ada sedikit urusan hari ini, tolong buatkan minuman hangat ya," pinta Ahan dengan lembut sembari tersenyum manis dan mengusap pucuk kepala Andara layaknya seorang anak kecil. "I-iya," jawab Andara yang masih gugup. Ahan benar-benar menyimpan banyak misteri, dari penampilan Kevin sekarang, Andara bisa menilai jika pria ini bukanlah orang sembarangan. Andara menuruti perintah suaminya, dia pergi meninggalkan ruang keluarga dan menuju ke dapur. Dalam pikirannya masih saja teringat tentang malam kejadian di mana dirinya hampir mati jika

