Suara tetesan cairan infus terdengar pelan dan lambat mengisi pendengaran Runa. Gadis jahat itu tergeletak tak berdaya setelah Dokter selesai melakukan kuret. Aroma antiseptik tercium menguar mengisi penciuman. di punggung tangannya menancap jarum infus dan rasa nyeri kembali menjalar memenuhi perut bagian bawahnya. "Akh...." desah Runa sendirian di atas pembaringan. Matanya mulai terbuka perlahan, mengerjap beberapa kali mencoba menyesuaikan sinar lampu yang masuk. Perlahan pupilnya mulai melebar dan hawa dingin mulai membuatnya mengigil. "Sudah sadar? Bagaimana perasaannya Kak?" tanya seorang perawat yang ditugaskan untuk melakukan observasi kepada Runa setelah dia ditemukan pingsan dengan perdarahan di bagian rahim. "A-aku di mana Sus?" tanya Runa dengan suara serak terbata. "

