Ucapan Selamat Datang

1561 Kata
Mengawali tahun pertama kuliahnya, Nuke sangat bersemangat untuk mempersiapkan kebutuhan kegiatan perkuliahan di semester pertamanya. Liburan di akhir minggu bersama Khrisna sangat menambah moodnya untuk kuliah. Beruntungnya, Khrisna yang sudah memasuki tahun kedua kuliahnya, dapat menjadi penunjuk arah ke berbagai ruangan dan perpustakaan di kampus. Saat pertama kali menginjakkan kaki di Melbourne, kesan pertama yang muncul adalah cuaca yang tidak menentu. Pagi hari bisa sangat dingin, siang hari tiba-tiba panas, dan sore hari hujan. Seperti kata pepatah lokal: "Empat musim dalam satu hari" - itulah Melbourne. Kampus ACU Melbourne terletak di daerah Fitzroy, area yang penuh dengan kafe-kafe trendi dan grafiti artistik. Gedung kampus memadukan arsitektur bangunan lama yang klasik dengan fasilitas modern yang mendukung pembelajaran. Malam ini sebelum tidur, Nuke memeriksa kembali notebooknya. Ia memeriksa jadwal orientasi selama seminggu di kampusnya. Beberapa kegiatan yang memang diperlukan persiapan harus ia siapkan benar-benar. Hari Senin pagi, matahari masih malu-malu bersinar. Jam 5 pagi Nuke sudah bergegas mandi dan mempersiapkan diri untuk berangkat ke kampus bersama dengan kekasihnya untuk memulai masa orientasinya yang akan berlangsung selama seminggu. Untuk hari pertama orientasi, mahasiswa dianjurkan datang lebih awal sekitar 07:30 untuk proses registrasi dan menerima paket orientasi yang berisi jadwal, peta kampus, dan informasi penting lainnya. Beruntung sang kekasih hari ini belum mulai kuliah sehingga Khrisna dapat menunjukkan tempat dimana Nuke wajib melaporkan diri dan mengikuti semua kegiatan hari ini. Terdengar suara bel sepeda di depan asrama. Nuke sudah tahu bahwa itu Khrisna yang datang menjemput. "Nuke, baru jam 6.30 pagi, bagaimana kalau kita makan dulu di taman kampus, aku bawa sandwich dan susu." Nuke mengambil sepeda dan melihat jam tangannya. Ia mengangguk dan mengikuti Khrisna dengan sepedanya. Mereka menuju bangku di sebuah taman. Khrisna dan Nuke kemudian memarkir sepeda mereka. Banyak mahasiswa juga masih duduk-duduk dan berbincang. Ada yang sambil makan ataupun sekedar ngobrol dengan teman baru. Beberapa mahasiswa senior tampak mondar-mandir menyiapkan kedatangan junior mereka. Nuke pun bergegas menyelesaikan sarapannya. Khrisna pun tersenyum melihat Nuke yang tampak terlihat gugup. Dengan setengah berbisik dan menepuk pundak Nuke, ia berkata," Tenang sayang, jangan gugup. Aku antarkan ke aula nanti untuk registrasi." Banner ucapan Selamat datang di Australian Catholic University (ACU) Melbourne terlihat begitu menyambut mahasiswa baru yang berdatangan ke tempat pendaftaran ulang. Mahasiswa baru dibagi sesuai jurusan mereka dan melakukan pendaftaran ulang menggunakan laptop yang disediakan di beberapa meja. Khrisna berjalan ke arah meja tempat mahasiswa program Bachelor of Business Administration. sedang antri. Sudah ada sekitar sepuluh mahasiswa yang antri di sana. Beberapa mahasiswa senior tampak menjaga dan mengatur di sana."Rachel, hi... are you in charge here?" Khrisna menyapa seorang wanita yang dipanggil dengan nama Rachel tersebut. Nuke pun melambaikan tangan dan masuk dalam antrian. Wanita bernama Rachel pun tersenyum pada Khrisna dan Nuke."Hi, Khrisna... yes i am helping here. Is that your girl friend?" Rachel sudah pernah mendengar tentang Nuke. Rupanya Rachel teman satu angkatan Khrisna. Khisna membalas dengan anggukan dan senyuman saat Rachel menanyakannya tentang Nuke. Rachel pun mengucapkan selamat datang pada Nuke serta semua mahasiswa baru. Khrisna kemudian meninggalkan Nuke dan pamit padanya akan mencari buku di perpustakaan. Mereka berjanji akan bertemu lagi di jam makan siang. Semester pertama di ACU Melbourne dimulai memang dimulai dengan Minggu Orientasi yang dirancang untuk memperkenalkan mahasiswa baru dengan lingkungan kampus, staf akademik, dan sesama mahasiswa. Minggu ini penuh dengan berbagai kegiatan penting yang akan membantu mahasiswa beradaptasi dengan kehidupan kampus. Masa orientasi akan berlangsung selama tujuh hari dan diharapkan selama tujuh hari tersebut para mahasiswa dapat saling mengenal dan juga mengetahui semua fasilitas kampus yang membantu para mahasiswa belajar. Para mahasiswa akhirnya diarahkan untuk memasuki ruangan untuk mendengar sambutan resmi dari Dekan Fakultas Bisnis dan para pimpinan universitas. Mereka akan menjelaskan visi, misi, dan nilai-nilai ACU serta harapan akademik untuk mahasiswa. Setelah itu, ada sesi pengenalan program Bachelor of Business Administration secara detail, termasuk struktur kurikulum, pilihan mata kuliah, dan peluang karir setelah lulus. Kegiatan di pagi hari berlangsung hingga sekitar pukul 12 siang. Matahari tampak bersinar terang. Beberapa mahasiswa pun menuju keluar ruangan. Sebagian beristirahat di taman sambil berbincang dengan teman-teman baru. ACU Melbourne memiliki populasi mahasiswa yang beragam. Nuke bertemu dengan mahasiswa dari berbagai negara seperti India, China, Vietnam, dan negara-negara Eropa sehingga dapat memperluas wawasan dan jaringan pertemanan. Bahkan disebutkan adanya International Student Club yang memiliki berbagai kegiatan seperti cultural night, excursion ke tempat wisata Victoria, dan language exchange program yang membantu mahasiswa internasional beradaptasi. Nuke pun sudah mengenal beberapa teman satu angkatan yang semenjak pagi membuat satu kelompok dengannya. Ada Maria dari Filipina, Christine dari Australia, Lucy dari China. Mereka tampak harus berpisah sementara karena Nuke pun harus menemui Khrisna. Saat berada di luar gedung dilihatnya Khrisna sudah menunggunya di sebuah kursi. Dia tersenyum sambil berdiri dan menghampiri kekasihnya,"Bagaimana hari inj? Pasti sedikit membosankan karena mendengar pidato?" kata Khrisna sambil bercanda. Nuke pun tersenyum pada Khrisna, "Ayolah aku lapar, kita ke kantin saja yuk," Khrisna dan Nuke pun ngobrol sambil makan siang hingga jam istirahat hampir selesai maka Nuke harus kembali berkumpul besama teman-teman satu angkatan. Sementara Khrisna berencana untuk pulang dan mempersiapkan diri untuk awal kuliahnya pada esok hari. Setelah jam 1 siang, mahasiswa wajib mengikuti tur kampus yang dipandu oleh mahasiswa senior. Tur ini akan memperkenalkan berbagai fasilitas kampus seperti perpustakaan, pusat komputer, ruang belajar, kafeteria, dan fasilitas olahraga. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan layanan dukungan mahasiswa seperti konseling, layanan kesehatan, dan bantuan akademik. Hari pertama semua kegiatan selesai hingga jam 4 sore. Suasana mendadak mendung dan dengan segera Nuke naik sepedanya menuju ke asramanya. Ia melewati beberapa gedung dan termasuk sebuah bangunan yang tadi ditunjukkan padanya sebagai salah satu perpustakaan. Di depan gedung tersebut. Nuke seperti melihat sosok yang dikenalnya. Seorang gadis cantik dengan memakai pakaian serba putih sambil menggunakan payung bercorak bunga. Sejenak Nuke berhenti dan melihatnya dari jarak yang cukup jauh. "Itu Matilda.... "katanya dalam hati. Sementara Matilda pun tampak berjalan diantara gedung menjauh dari perpustakaan dan menghilang. Nuke pun harus kembali mengayuh pedal sepedanya karena hujan mulai bertambah deras. Malam itu Khrisna dan Nuke hanya berbicang singkat karena baik Khrisna dan Nuke sudah siap dengan kegiatan masing-masing. Selama seminggu, Khrisna menepati janji untuk berangkat bersepeda bersama Nuke. Namun mereka berpisah karena kegiatan yang berbeda. Namun mereka tetap berusaha bertemu dan makan siang bersama. Terkadang karena Nuke selesai lebih awal maka mereka ngobrol di sore hari di asrama Nuke. Nuke tampak menikmati kegiatan seminggu ini. Sementara Nuke saat hari kedua fokus orientasi pada sistem akademik universitas. Mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai Learning Management System (LMS) yang digunakan di kampus, cara mengakses materi kuliah online, dan sistem komunikasi elektronik. Workshop teknologi membantu mahasiswa menyiapkan akun email universitas, mengakses Wi-Fi kampus, dan memahami penggunaan platform digital lainnya. Pada hari ketiga mahasiswa diperkenalkan pada Perpustakaan yang memegang peranan penting dalam mendukung pembelajaran mahasiswa. Staf perpustakaan mengadakan sesi pengenalan tentang cara mencari dan mengakses sumber daya penelitian, basis data jurnal elektronik, dan layanan peminjaman buku. Mahasiswa belajar menggunakan katalog online perpustakaan dan mendapatkan informasi tentang layanan bantuan penelitian yang tersedia. Workshop tentang keterampilan penelitian akademik juga dilaksanakan untuk membantu mahasiswa memahami cara melakukan penelitian untuk tugas-tugas kuliah mereka. Pada hari keempat pusat Karir ACU mengadakan sesi informasi tentang layanan pengembangan karir yang tersedia untuk mahasiswa. Topik yang dibahas meliputi peluang magang, program penempatan kerja, dan workshop pengembangan keterampilan profesional yang akan diadakan sepanjang tahun akademik. Kemudian pada sore hari, ada sesi tentang kesejahteraan mahasiswa yang mencakup strategi untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan akademik dan pribadi, manajemen stres, dan informasi tentang layanan dukungan psikologis yang tersedia di kampus. Hari kelima yang merupakan hari terakhir minggu orientasi diisi dengan berbagai kegiatan sosial untuk membantu mahasiswa membangun jaringan pertemanan. Acaranya meliputi: Pameran klub dan organisasi mahasiswa, Festival budaya yang menampilkan berbagai tradisi dari negara asal mahasiswa internasional, Kompetisi tim yang dirancang untuk membangun kerjasama serta Barbeque dan makan siang bersama dengan staf fakultas Saat senggang di sela-sela kesibukan awal tahun ini, Nuke dan teman-temannya sering berdiakusi dan bercerita tentang hal-hal penting hingga obrolan-obrolan seru anak muda. Di hari terakhir ini, mereka pun duduk satu meja sambil ngobrol. Nuke mengungkapkan ketertarikan dirinya pada perpustakaan kampus yang cukup lengkap. Fasilitas perpustakaan dengan tehnologinya memudahkan dirinya mencari buku maupun data-data yang ia butuhkan. Tiba-tiba Christine memasang wajah serius dan mulai menceritakan urban legend yang ada di salah satu perpustakaan. Dia menjelaskan dengan bahasa Inggris Australianya pada teman-teman dari berbagai negara. Yang maksudnya kurang lebih demikian, "Teman-teman kalian harus tahu kisah urban legend di sini tentang perpustakaan kita. Banyak mahasiswa senior yang katanya sudah pernah mengalami." Nuke, Maria dan Lucy pun menjadi penasaran akan kelanjutan kisah urban legend yang dikisahkan oleh Christine. Namun tiba saatna mereka untuk kembali ke asrama dan rumah mereka. Christine tinggal di rumah keluarga dekat kampus. Christine pun mengajak teman-temannya untuk datang ke rumahnya yang juga tak jauh dari asrama Khrisna. Malamnya Nuke pun bicara melalui telepon genggam dengan Khrisna. Setelah beberapa hal mereka diskusikan kemudian mereka pun saling bercerita. "Sayang, kamu tau kisah urban legend di perpustakaan kampus kita? Coba cerita padaku?" tanya Nuke tiba-tiba pada Khrisna. Tak disangka Khrisna malah tertawa mendengarnya," Aduh Nuke.. kamu percaya saja sama cerita buatan begitu. Itu biasa saja buat para mahasiswa nanti juga kamu tahu ceritanya. Jadi urban legend itu sengaja dibuat untuk menakuti mahasiswa yang tidak berniat belajar tapi memakai perpustakaan untuk ngobrol hingga malam di kampus." begitu penjelasan Khrisna. Tapi Nuke tetap penasaran dan ia pun berencana untuk ikut berkumpul bersama teman-temannya dalam rangka mengerjakan tugas sekaligus mendengar kisah urban legend itu dari Christine.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN