62wp44

1700 Kata

Regan datang ke rumah Aquila yang dulu, ia berniat untuk menemui kakak iparnya. Dengan langkah pasti, ia memasuki rumah mewah itu. Memang berat untuk membuka pintu maaf untuk Andre, apalagi setelah kepergian putrinya. Namun, Regan tidak bisa terus menyimpan kebencian. Karena selalu di ajarkan untuk memaafkan siapapun orang yang menyakitinya. Suasana rumah itu tidak berubah, semuanya tampak masih sama. Seperti dulu saat ia pertama kali datang dan terakhir kali ada di rumah itu. Selalau sepi, hanya terdengar suara jarum jam yang berbunyi cukup nyaring. Bahkan rumah itu juga tidak pernah di kunci, sehingga Regan tetap bisa keluar masuk sesuka hati. Hanya ada satpam di pintu gerbang, dan asisten rumah tangga sudah sibuk di belakang. "Lo mabuk?" tanyanya, ketika kaki panjangnya sudah sampai d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN