Waktu cepat berlalu kini wanita tersebut kembali merasakan sepi ketika kedua sahabatnya telah berpamitan pulang, namun yang ia harapkan bukan hanya kedua sahabatnya namun sang suami tercinta yang lupa atai emang ia sibuk dengan pekerjaannya, bahkan berulang kali chatnya tidak dibalas hanya centang biru saja membuat pikirannya kembali negatif. "Mas, kamu kemana si Mas?" tanya Renata dengan raut wajah khawatir, ia terus melihat ke arah layar handphonenya. Renata berdiri menghadap ke taman belakang rumahnya sebagai pemandangan. Wanita tersebut bersedikap dengan pandangan sendu ke arah langit yang mulai menggelap, sedangkan laki-laki yang kini sudah sampai di rumah lantas turun dari mobil yang telah ia parkirkan depan pintu rumahnya. "Tuan." Kedua bodyguard menyapa hormat lalu menunduk sopan,

