David terbangun dari mimpinya, semua yang ia rasakan ternyata itu hanya mimpi indahnya, air mata kini mengalir dari sudut matanya ia terduduk di atas kasur king sizenya menatap datar ke arah ruang kamarnya, hampa, sepi itu benar-benar dirasakan oleh laki-laki tampan tersebut, ini tepat 3 hari Renata mengabaikannya dan pergi dari pandangannya. "Ren, kenapa harus selama ini marahnya kamu? Kenapa juga aku ketemu kamu hanya mimpi, kenapa kamu memaafkan aku hanya mimpi," kata David. Dering telepon membuatnya menoleh ke arah meja nakas dan langsung mengambil handphonenya, ia mengernyitkan dahinya ketika nama Filo yang tertera di layar handphonenya. "Kirain Deo," ujar David dengan nada gusarnya, laki-laki tersebut lalu mengangkat telepon sahabatnya dan kembali merebahkan tubuhnya dan memejamkan

