Sinar mentari membuat Renata terbangun dari tidurnya, walau tidurnya benar-benar tidak nyenyak malam itu, pikirannya masih terbayang-bayang akan kejadian dimana David membantu wanita yang meruntuhkan kepercayaannya, hatinya benar-benar hancur, pikirannya kalut namun ia juga harus memikirkan sang anak, dan calon anak keduanya. Renata menoleh ke arah Galang yang tertidur pulan sambil mengulumkan senyumnya. "Morning kesayangan Mama," ucap Renata sambil mengelus pucuk rambut sang anak, namun Galang masih tidak sama sekali terusik dalam tidurnya. Renata kini beranjak turun dari kasurnya secara perlahan membuat, ia duduk dipinggir kasur sambil merasakan pinggang yang pegal dan sedikit linu, ia benar-benar merasakan bahwa kalau hamilnya kali ini tidak semudah Galang. Wanita tersebut kini mela

