BB. 83

2350 Kata

Sinar mentari menyinari bumi, hingga memasuki kamar kedua insan yang masih nyaman terlelap dalam tidurnya. Wanita tersebut membuka mata perlahan karena silaunya mentari, ia mengerjapkan matanya beberapa kali hingga kini ia mendongak ke raut wajah sang suami. "Mas," panggil Renata lembut. David hanya menggusar saja karena panggilan tersebut, ia malah memposisikan dirinya menghadapn ke Renata. "Mas, bangun, kita harus kerja," ujar Renata. "Hmm." Laki-laki tersebut hanya berdehem dan mengeratkan pelukannya yang membuat Renata hanya tersenyum simpul. Renata kembali berkata, "Jangan hm hm mulu, tapi buka matanya, rejekinya di patok ayam nanti." David yang mendengar hanya tersenyum tipis, ia kini membuka matanya perlahan dan melihat ke arah sang istri. Cup! Kecupan persis mendarat dikening

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN