"Lalu?" tanya Anne, meminta Ariekhsa untuk melanjutkan ceritanya dan melupakan sejenak ucapan Ariekhsa sebelumnya yang mampu membuatnya mati kutu di tempat. "Aku belum menentukan judulnya. Mungkin setelah akhir ceritanya aku matangkan, aku bisa membuat beberapa judul untuk dipilih. Nanti, bantu aku memilih judul yang tepat, ya, Gav." Anne mengangguk semangat ketika mendengar permintaan Ariekhsa. "Pasti." Ariekhsa tersenyum. Dia tidak bercerita apapun lagi dan hanya menatap Anne dengan intens. Tindakannya itu lagi-lagi membuat Anne gugup bukan main. Mungkin sekarang pipinya sudah semerah tomat. "Aku tidak tahu apa yang sudah aku lakukan sampai mendapatkan tunangan sebaik kamu." Ariekhsa membawa pergelangan tangan Anne untuk ia kecup mesra. "Tapi apapun itu, aku harap kamu selalu berada u

