~EXTRA PART 5~

1057 Kata

Tidak ada kata sia-sia untuk setiap perjuangan   Vania menganga tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari sang ayah. Benarkah Andrea telah berubah dan memilih memperjuangkannya? Sekali lagi, gadis berambut panjang itu menoleh ke arah Andrea yang juga menatapnya dengan tatapan yang tak bisa ia jelaskan. "Papa sudah menganggap kamu dewasa, dan Papa bebasin kamu buat memilih masa depan kamu sendiri, Dev." Bisma. "Saya tidak meminta kamu langsung mempertimbangkan soal perasaan saya. Saya nggak minta kamu buat membalas perasaan saya. Saya kesini hanya ingin minta maaf karena setahun lalu saya sering menyakiti kamu, bahkan pernah mengusir kamu dari hidup saya." Andrea. Vania masih terdiam. Raut keceriaan yang biasanya selalu tampak pada dokter muda itu menghilang entah kemana.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN