Setelah Mamanya pergi, Daniel kembali ke kamarnya. Saat ia membuka pintu, tampak Vania yang tengah menyisir rambutnya. Vania pun menoleh ketika mendengar suara pintu yang terbuka. "Mama sudah berangkat. Sekarang sarapan dulu, yuk!" ajak Daniel. Vania mengangguk kemudian mengikuti langkah Daniel yang membimbingnya menuju ruang makan. Daniel mengambilkan nasi dan lauk-pauk kesukaan Vania. Ia tahu betul apa saja yang disukai gadis itu. "Dihabiskan ya!" Daniel. Vania kembali mengangguk lalu mulai menyuapkan sesendok nasi ke dalam mulutnya. Daniel dapat menangkap raut kesedihan di wajah Vania. Makannya juga tidak selahap biasanya. Daniel mengerti, pasti Vania masih memikirkan kata-kata Andrea semalam, meski ia tidak tahu apa yang pria itu katakan hingga membuat Vania sesedih ini. 'Apa benar

