Bukannya beristirahat seperti permintaan Andrea, Vania malah terjaga setelah lebih dari dua jam ia masuk ke kamar. Gadis itu menekuk kedua lututnya. Punggungnya bersandar pada bantal yang sengaja ia tata sedemikian rupa. Matanya masih sembab sisa tangisannya yang baru beberapa menit lalu berhenti. "Patah hati rasanya sesakit ini ya?" lirihnya. Vania belum pernah menerima penolakan seperti yang Andrea lakukan malam ini. Jangankan cinta, bahkan keberadaan Vania pun tidak diharapkan oleh Andrea. "Saya suka...tidak. Saya jatuh cinta sama Vania." "Tapi kamu bukan Vania. Kamu dan Vania, bagi saya adalah dua orang yang berbeda." "Semua tidak akan sama lagi setelah adanya kebohongan. Saya mencintai kamu. Tapi kamu menipu saya. Tidak hanya kamu yang sakit. Saya jauh lebih terluka daripada kamu

