Ruzayn pulang lebih lama dari yang ia janjikan. Padahal pesanan Shanaya tidak terlalu banyak, hanya sebatas perlengkapan mandi yang jika di beli tidak membutuhkan waktu lebih dari sepuluh menit. Shanaya melirik jam yang tergantung di dinding kamarnya, sudah hampir empat jam pria itu pergi dan selama itu pula Shanaya menunggu dengan gelisah. Untung saja ia sudah makan dan beberapa cemilan juga sudah ia habiskan, sementara ia masih tidak nyaman dengan keringat yang mengering di tubuhnya akibat udara AC. Ketika Shanaya sedang berdiri di teras rumahnya yang mungil, sebuah mobil Pick up berhenti tepat di depan pagar rumah, lalu di susul dengan mobil pick up lainnya di belakangnya. Shanaya cepat masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu karena ia takut bertemu dengan orang asing yang sama sekal

