Mas....” Karena sudah tiga kali panggilan Ruzayn tidak menjawab, maka Shanaya memberanikan diri untuk membuka pintu kamar Ruzayn yang ternyata tidak terkunci. “Mas Ruzayn?” Shanaya mendapati kamar Ruzayn kosong. Tas yang ia bawa dari rumah sakit masih terletak di lantai kamar, dan Shanaya bisa melihat dengan jelas jika isi tas tersebut masih belum di keluarkan. “Kemana dia?” pikir Shanaya, ia lalu memberanikan diri untuk melangkah masuk. Baru beberapa langkah, ia teringat jika mereka sama-sama berjanji tidak akan menganggu ruang pribadi masing-masing, Shanaya lalu mengurungkan niatnya untuk masuk dan segera keluar dengan cepat sebelum ketahuan oleh Ruzayn. Gadis itu kemudian mencari Ruzayn ke sekeliling rumah, tetapi Ruzany yang ia cari tidak ia temukan. Mobil Ruzayn juga sudah tidak

