Rumah Baru

1339 Kata

“Apa? Kau bercanda kan?” Yoga langsung bangkit dari tidurnya. “Tidak! Aku serius,” jawab Ruzayn di seberang sana. “Kau pikir gampang mencari rumah dalam satu malam. Zayn, kita bukan beli bakwan!” gerutu Yoga. “Besok sekitar jam 10 pagi, rumah itu harus ada. Makanya aku telepon sekarang supaya kau bisa langsung mencarinya.” “Tidak bisa! Aku tidak bisa melakukannya.” Yoga memutus sambungan telepon. Bagaimana bisa ia mencari rumah dalam satu malam seperti yang di perintahkan Ruzayn. Ini bukan kantor, dan ini sudah jam istirahatnya. Ia memang asisten Ruzayn tapi pria itu tidak bisa sembarangan memberi perintah di luar jam kantor apalagi untuk urusan pribadi. Yoga kembali merebahkan diri di kasur. Seharian ia sudah lelah bekerja, tapi baru saja ia hendak memejamkan mata, ponselnya kembali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN