Shanaya duduk dengan gelisah, hatinya menjadi tidak tenang. Gaun pengantin yang ia pakai terasa sangat ketat hingga membuat ia sesak nafas. Padahal gaun itu sebenarnya sangat pas ia kenakan, tidak longgar dan juga tidak sempit, memang tubuhnya dengan tubuh Anaya tidak berbeda. Hanya saja, pernikahan yang akan dilaksanakan sebentar lagi yang membuat dadanya sesak. Bagaimana tidak, ia sudah berusaha meminta pada Barend dan Rumi agar pernikahan ini di undur sampai saudaranya sadar, tetapi karena Barend diminta Dendrick untuk segera ke Giothoorn, pria itu merasa tidak tenang jika anaknya belum menikah. “Tenanglah, kabel infus itu bisa lepas jika kau bergerak terus seperti ini.” Rumi mengingatkan. “Maaa,” “Mama tau apa yang kau rasakan saat ini, bersabarlah. Mereka sudah diperjalanan dan se

