23| Selalu Terbayang ”Bang Arjun!” Malam di hari ia sampai rumah, Fashion menemui abang-abang tetangga pemilik warung nasi yang sudah bercabang-cabang tersebut. ”Pulang, Yon.” Laki-laki yang ditemui seperti biasa sedang mengemut benda panjang beracun yang kemudian mengepulkan asap berbentuk bola-bola awan ketika diembuskan ke udara. ”Ya. Mau bilang terima kasih secara langsung Bang Arjun udah jemput Mimi waktu itu.” ”Gak penting terima kasih lo.” Fashion telah menduganya. ”Gak butuh, ya, sudah,” balas Fashion menjatuhkan tubuhnya di bangku. ”Urusan Bang Arjun sendiri sama Mimi kalau ujungnya ke masalah give and take.” ”Gak bisa diandelin lu.” Arjun menekan puntung rokok ke asbak. Api tersebut padam. Asapnya serta merta hilang. Udara kembali segar. ”Kasihan lihat Bang Arjun. Ion

