26| Tantangan Kehidupan

1864 Kata

26| Tantangan Kehidupan Lelehan air mata menuruni pipi. Jatuh di bantal membentuk sebuah jejak, lalu hilang. Mata yang seharusnya terpejam di tengah malam justru mengawang memikirkan keadaan. Tangis dalam diam itu terasa lebih menyakitkan. Ia tak ingin seseorang yang tidur dengan nyaman di sisinya terganggu. Ia melarang dirinya memperlihatkan kelemahan itu kepada gadis kecil yang dia cintai. Gadisnya cukup pintar untuk menelaah keadaan hatinya. Dia akan menanyakan apa yang tengah dihadapi ibunya. Seperti janjinya, ia hanya ingin putrinya merasakan kebahagiaan tanpa kenal apa itu kesedihan. Lelah. Baik badan juga pikiran rasanya ingin menyerah. Tak ada tempat bagi Neima untuk membicarakan itu sebagaimana dahulu ia menyandarkan kepalanya di bahu Dika. Membicarakan semua masalah dan kesulit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN