25| Sembunyi Matahari mulai merambat melalui kaca jendela di saat penghuni sebuah kamar tengah bersiap dengan aktivitas masing-masing. Delsa selesai meletakkan pakaian kerja untuk suaminya di atas tempat tidur yang telah ia rapikan ketika Dika mandi. ”Kapan kau resmikan pernikahan kita? Dito hampir tiga tahun. Dia butuh pengakuan hukum.” Dika memasang satu kancing kemeja terakhir, lalu memakai celana panjang yang telah tersedia di ranjang. Ia hanya melirik sang istri dengan malas. Begitu semuanya rapi, Dika mengecek rambut dan seluruh badan di cermin. Oke, dia siap meninggalkan omelan perempuan itu sampai sore nanti. Bisa saja hingga tengah malam karena Dika lebih memilih kumpul bersama rekannya daripada pulang di waktu lepas kerja. ”Kau dengar tidak, sih? Aku butuh surat nikah!

