46. Makan Malam

1703 Kata

Setelah tadi sempat melihat jalannya pemotretan sebentar, Damar kini sudah berada di salah satu kamar hotel disana. BMT Hotel ini memang belum dibuka secara resmi, sehingga seluruh kamar hotel disini memang masih kosong. “Nih, pesenan lo!” kata Bimo yang baru saja masuk. Hari ini mereka lebih memilih memesan makanan dibandingkan pergi keluar. Ini karena permintaan Damar, entah kenapa laki-laki itu begitu enggan pergi keluar. Mungkin karena dia tau diluar sana sudah pasti ada Karin masih terus membututinya kemanapun ia pergi. Jadi, itulah alasan mengapa laki-laki itu bersembunyi di sini. Dia jengan melihat Karin yang masih saja sok akrab dengannya. “Gue tadi ketemu Karin di depan, dia nanyain lo,” lapor Bimo setelah meletakkan makanan-makanan mereka di atas meja. “Terus lo bilang apa?”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN