Lepaskan

1147 Kata

"Maaf!!" ucap Anggara lirih. "Maagkanbaku! Bukan maksud kau untuk menyentuhku. Sekali lagi aku minta maaf. "Nayla masih saja diam, air matanya masih terus mengalir. Meski tidak sederas tadi. Kali ini hatinya merasa terluka. Bahkan, dirinya sudah ternoda hanya karena perbuatan mesùm Anggara. Dia tidak bisa memaafkannya begitu saja. Meski Anggara adalah calon suaminya. Nayla hanya diam, dia beranjak duduk. Mencoba merapikan baju dan rok pendeknya kembali. Tanpa menyisir rambutnya. Wanita itu memasukan kedalam sela-sela jarinya dalam rambut Mengurusnya ke belakang. "Nayla.. " Anggara memegang tangan Nayla, dia bangkit dari ranjangnya. Menatap kejar wajah Nayla. "Jika memang kamu tidak akan memaafkannya terserah kamu. Apa memang kamu sengaja jika tidak suka aku sentuh. Tetapi disentuh o

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN