"Nay.. Kamu lagi apa?" tanya Anggara, yang baru saja masuk ke dalam dapur. Dapur yang terlihat sedikit berantakan akibat ulah Nayla. Kedua tangan wanita cantik itu sangat terampil dan lihainya dengan bumbu-bumbu dapur. Dia juga sangat mahal membuat segala jenis kue. Keterampilan membuat ibunya saat masih hidup sangat bangga padanya. Tak hanya penjual bunga. Dia juga membuat catering. Dan, segala jenis pensana makanan dan kue. Saat ini, wanita itu menunjukan keterampilan di depan calon suaminya. suami yang terlihat sedikit sensasional. Meski tidak temperamen. Tetapi, dia memang menggemaskan. Tapi juga menyakitkan bagi Nayla. Dia selalu membuat dirinya sakit hati. Dan melakukannya tanpa rasa bersalah sama sekali. "Kamu masih marah?" tanya Anggara, berdiri tepat di samping Nayla. Dia meng

