Aku tidak melukainya

1609 Kata

Anggara menggerakkan kepalanya Menatap beberapa temannya yang memang sudah berdiri di belakangnya. Menatap ke arahnya. Sementara Sella, dia menatap tajam ke arahnya. Wajahnya memerah memendam marah yang mulai memuncak. Dia tahu, Sella pasti akan marah. Tapi, ini adalah pilihannya. Dia juga akan segera menikah dengan Nayla. Dan, itu akan jadi lebih menyakitkan dari pada hal ini. "Kalian sudah datang! Kali ini, pesta akan dilakukan di belakang rumahku. Gimana?" "Pesta?" tanya Dio, mengerutkan keningnya. "Apa benar ada pesta?" timpal Rino. "Iya.. Karena kalian sudah datang. Dan, Nayla juga sudah masak banyak. Gimana kalau kita makan-makan di halaman melangkah rumah saja. Lebih nyaman." ucap Anggara. Nayla mengikuti perut Anggara. "Apa yang kamu katakan? Aku sudah capek-capek masak. Ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN