“Cepatlah kemari!” Anggara dan Nayla yang baru saja sampai ke sebuah hotel di Amsterdam. Anggara berjalan lebih dulu menuju ke dalam. Dia memang sengaja memesan hotel di lantai 10 agar bisa melihat pemandangan indah dari atas gedung itu. Tetapi bulan madu yang dia idamkan semuanya tertunda. Hanya karena dendam dalam diri Anggara mulai membakar tubuhnya lagi. Dia memutuskan untuk membenci dari pada mencintainya lagi. Anggara menarik tangan Nayla masuk ke dalam kamar nomor 550. “Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu jadi kasar padaku?” Tanya Nayla kesal. Dia menarik tanganya dari cengkraman tangan Anggara. “Kasar katamu?” Anggara tiba-tiba tertawa kecil Nayla yang mentaonya sedikuit aneh dengan perlakuan Anggara setelah menikah yang berubah drastis, Berbeda saat dia merayunya untuk menikahiny

