3 bulan kemudian. Anggara sudah bisa hiudp normal. Kali ini dia merasa sendirian. Tidak ada lagi wanita yang memasak untuknya. Saat dia masuk ke dalam apartemennya. Anggara selalu teringat tentang Nayla. Dia merasa sangat merindukannya. Hatinya merasa kesepian. Gimana setiap sudut ruangan punya cerita sendiri dengannya. Wajah Nayla begitu nampak tepat di depannya. Seolah otaknya keracunan akan wajah cantiknya. Dia tidak bisa sepenuhnya melupakan Nayla meski kini dia sudah kembali bersama Sella. Hanya merasa kasihan dengannya. Tapi hantinya bukan untuk Sella. Dia masih sangat mencintai Nayla. Meski cinta mereka tidak akan pernah bersatu. Cklekk… Suara pintu terbuka membuat Anggara mengernyitkan matanya. Dia terdiam melirik sekilas ke arah pintu. Belum sempat melihat siapa yang datang dia

