Tepat tengah malam, sosok laki-laki berjalan tanpa rasa bersalah masuk ke dalam rumah mewah. Di tengah gelapnya rumah itu. Dia terus melangkah. Seketika dia terkejut saat melihat seseorang menyalakan lampunya. “Anggara…” panggil seseorang semakain membuat Anggara terkejut. Dia tahusiapa itu. Dia pasti ayahnya. Tanpa menoleh ke belakang. Anggara mengabaikan panggilan ayahnya. Dan meneruskan langkah kakinya lagi. “Anggara… Apa kamu tidak punya terlinga.” Geram tuan Delon. “Anggara… Ayah ingin tanya satu hal padamu? Ini soal Nayla.. ” mendengar kata Nayla, langkah Anggara terhenti. Dengan wajah penuh dengan rasa kecewa dan amarah. Tuan Delon berjalan menghampiri Anggara. Anggara yang baru saja pulang dari rumah sakit tepat jam sebelas malam. Wajah tuan Delon terlihat begitu datar. Wajah

