Gue bingung kenapa yang di depan gue sekarang anjing. Bukannya gue mau ketemu sama pacar dia ya. "Ini Vivi." Kata Pak Ryhun dengan menunjuk anjing yang sedang makan. Mendengar itu gue ketawa pelan. "Bapak jangan bercanda deh." "Saya tidak bercanda." "Tapi kan kata Bapak Vivi itu pacar Bapak." "Memang Vivi pacar saya." Astaga orang ini bener-bener deh. Darah gue udah naik sampai ubun-ubun tiap bicara sama Pak Ryhun. Bawaannya pingin nampol, tapi masih ingat kalau dia itu guru gue. "Tapi Pak-heh anjing jangan deket-deket gue woi, najis besar astaga!" Gug gug gug~ Gue menjerit takut saat anjing itu mau jalan ke gue. Sedangkan dia udah diiket dan ditali dipohon yang gak bakal bisa lari. "Kamu kenapa sih sama-sama anjing saja takut." Kata Pak Ryhun membuat gue berpikir sejenak. Bentar

