Tidur Bareng

1190 Kata

“Astaga Jeng sini deh!” “Ada apa Jeng?” “Jangan berisik, sttt itu liat anak kita.” “Astaga cepet foto, keburu bangun itu.” “Iya iya ini udah difoto kok. Ahhh lucunya mereka!” Gue mulai mengerjapkan mata gue saat mendengar suara familiar di telinga gue. Gue merasa kalau gue meluk guling yang empuk banget. Serius deh biasanya gue kalau meluk guling gak sebesar ini, mana hangat banget lagi. Srek srek Tidur gue terusik ketika guling yang gue peluk bergerak pelan dan mengeluarkan suara. “Ma jangan berisik nanti dia kebangun.” Gue langsung membuka mata gue detik itu juga saat mendengar suara yang tak asing di pendengaran gue. Tak hanya itu gue juga merasa ada tangan yang bergerak di bawah kepala gue. “Dedemit?” Pletak “Aww sakit Ma, Mama kenapa mukul kepala aku sih.” Gue meringis sakit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN