DDD 24 Rasa yang tak bisa dijabarkan dengan kata-kata seperti rasa gatal yang tak tahu di mana pusatnya digaruk salah didiamkan pun membuat tersiksa ♥ Tanti tertegun bertatap muka dengan Javier. Ia sungguh tidak menyangka pria itu berani datang bersama dengan anggota keluarganya. Walaupun banyak luka memar di wajahnya hal itu tidak menutup sisi ketampanannya. Tanti berusaha keras untuk tidak menguluran tangan menyentuh luka-luka tersebut atau menanyakan apa yang telah terjadi. Pria itu masih tampak dingin dan pendiam. Tidak tampak perubahan yang berarti, keberadaannya masih mendominasi sehingga rasanya pasokan udara di sekitar mereka ini berkurang sangat drastis hanya dengan keberadaan pria tersebut. Tanti benci harus mengakui jika Javier masih selalu bisa menjadi poros perhatiannya di

