DDD 32 Melihatmu tak berdaya membuat hati hancur sehancur-hancurnya ♥ Tanti berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju tempat Edward duduk, langkahnya ringan sekali seolah ia sudah tidak menginjak lantai lagi. Terlebih anaknya yang terbangun dan menghubunginya hanya untuk menanyakan keberadaan sang papa. Apalagi yang bisa Tanti bilang selain memang sang papa belum pulang menemui mereka. Meliora tampak kecewa namun akhirnya mau kembali tidur dengan syarat dirinya tidur di kamar sang mama dan memeluk bantal yang siang tadi sempat menjadi alas kepala sang papa. Putrinya sudah merindukan aroma dari sang papa yang tertinggal, ia pun juga namun jelas ketegaran dan kesabaran Tanti saat ini kembali sedang di uji. Apakah kini adalah waktu yang tepat dirinya memutuskan pilihannya. Tanti tering

