DDD 34 Bangun sayang, mari kita rajut masa depan kita ♥ Sebulan kemudian Edgar berbaring di depan televisi dengan Meliora yang tertidur di atas dadanya memeluk lengannya erat. Semenjak Javier berada di rumah sakit dan Tanti hanya kembali tak lebih dari setengah hari setiap harinya. Meliora sudah berubah menjadi putri ketiga Edgar. Gadis kecil itu akan menempel dengannya seperti prangko. Bahkan keberadaan paman-pamannya yang lain tak membuat gadis itu menyingkir dari sisi Edgar. Untung saja kedua putri kandung Edgar yang sudah menginjak masa remaja sangat paham akan keadaan Meliora. Mereka bahkan sudah menganggap Meliora seperti adik bungsu mereka sendiri. “Papi.” “Hmmm, katanya mau bobo,” ujar Edgar seraya mengusap-usap punggung Meliora yang ia pikir sudah terlelap. “Lio kangen papa

