Eden tahu bahwa ada konspirasi dibalik pertemuan antara Orion dan wanita naga itu. Situasi seperti ini tentu membuatnya begitu muak. Terlebih lagi, dilihat posisi Derek kurang nyaman, dia menahan sesuatu dengan wajah pucat pasi miliknya. James menatap tajam kepada Orion dan Ren yang dnegan santainya menikmati pertunjukan, seperti penonton. Para siluman licik itu sengaja mempersulit Eden lantaran kepeduliannya terhadap siluman lain. Sejauh ini, sifat peduli yang dimiliki oleh temannya merupakan kelemahan yang dapat di kontrol oleh siapa saja. Tangan wanita itu diangkat setinggi mungkin, seperti memberi aba-aba kepada para prajuritnya. Benar saja, dua orang prajurit membawa Derek yang lemah tak bertenaga mendekat. “Kata Orion, dia temanmu yang berharga.” Bibir biru dengan tubuh bercak

