Alan ber-teleportasi menuju ke perbatasan dua alam. Sayang sekali teleportasi nya gagal karena tempat tujuan tak sesuai dengan keinginannya. Pria itu berada di tengah hutan yang sangat gelap, bahkan dia sendiri tak tahu hutan apa itu. Bau busuk tercium jelas di indra penciumannya. Semakin Alan mengendus, bau itu kian menyengat. Tak jauh darinya, ada mayat yang sedang meringkuk. Entah kenapa langkah kakinya berjalan menuju ke mayat itu. Pakaian familiar pertama kali ditangkap oleh kedua mata Alan. Ketika meneliti wajahnya, dia tahu dan kenal dnegan siluman itu. “Kenapa dia mati mengenaskan?” kebanyakan siluman yang mati tubuhnya langsung lenyap menjadi tak tersisa. Tapi kasus yang ada di depannya beda, mayat itu malam membusuk. Kabut pun datang dari segala arah. Mata Alan membulat leb

