Satu golem raksasa berbentuk manusia mengambang di udara tepat di samping Lily yang sedang memandangi Eden dengan tatapan penuh arti. Sulit rasanya menampik pesona dari rubah putih salju itu. Perangainya yang tegas seperti sosok pemimpin Alam Siluman. Wanita itu terhipnotis dengan bulunya rubah yang berkibar diterpa angin terlihat sangat lembut. Jika peliharaan, pasti tangan lentik itu sudah mengelusnya dari tadi. Mata Lily berkedip banyak kali untuk mengenyahkan pikirannya jernih kembali. “Aku tak ada urusan denganmu!” geramnya mengumpulkan amarah. “Hentikan semua ini. Kau sudah mendapatkan mutiaranya kembali. Jangan membuang waktu lagi.” Tawa Lily pecah. “Dia telah menghancurkan kesempatan yang telah di buat. Setelah dia mati,” tunjuknya kepada Orion. “Kau yang akan mati!” Air be

