Suara gemuruh dari tanah membuat istana bergetar hebat hendak runtuh. Tanah terus saja bergoyang hingga beberapa batu-bata jatuh. Sepertinya pemilik tempat telah terluka sehingga kediamannya juga ikut terkena imbas. Derek membuka mata perlahan, merasakan tubuh begitu kaku. Kelabang beracun sungguh sangat mematikan, sampai membuatnya begitu lemah. Beruntung sekali, ia selalu siap siaga membawa penawar racun sebagai bentuk perlindungan diri. “Dia begitu kejam, menyingkirkan lawannya dengan sangat licik.” Belum sempat ia bangkit, mata Derek menatap sosok yang di kenal. Tanpa menunggu waktu lagi, pria itu bangkit seketika, berlari ke arah sosok itu. Sungguh, wajahnya langsung syok begitu melihat Leonardo yang sudah kaku seperti mayat hidup. “Hei! Apakah kau baik-baik saja?” Derek hendak

