Irene langsung menghilang untuk meninggalkan ruangan menuju ke aura gelap yang dirasakannya. Tak ingin membuang kesempatan untuk menambah energi, dia segera menyusul Eden yang berada di tengah badai pasir. Gelap,suram, penuh magis jahat dan juga aura yang begitu kental seperti kegelapan. Para hantu dan iblis rendahan berkumpul menjadi satu mengelilingi tubuh Eden. Perlahan jiwanya ter-lahab oleh kegelapan malam. Eden memejamkan mata mendengar suara-suara jeritan yang menyakitkan, tangis yang tak reda, dan juga perasaan menyakitkan dari makhluk lain. ‘Tidurlah... serahkan semua kepada kami. Kau hanya perlu tertidur untuk sementara waktu. Setelah selesai, kau akan bangun.’ Kata itu seperti mantra membuat tersihir, jatuh ke dalam kegelapan layaknya malam yang gelap gulita, tak ada pener

