Eden terbangun ketika seseorang mengelus rambutnya. Sontak mata itu perlahan terbuka dan mendapati seorang pria muda berambut putih panjang. Pria itu tersenyum penuh hangat membuat Eden berpikir bahwa yang dialami hanya mimpi belaka. Tak ingin bangun lebih awal, dia memejamkan matanya kembali. "Apakah kau tidak lelah? Matahari segera terbit dan kau masih bersantai." Eden langsung bangkit dari ranjangnya, menengok ke kanan dan ke kiri. Mencari sosok yang mengelus rambutnya tadi. "Hanya mimpi." Pria itu mengusap kasar wajahnya, berjalan menuju ke jendela. Melirik James yang masih tertidur pulas. Pandangan mata itu kemudian beralih pada cermin kuno ajaib. Eden tersenyum kecut ketika mengingat bahwa usahanya selama ini tak membuahkan hasil. Dia bodoh terlalu percaya pada Mike. Oh iya

