Bab 84

1223 Kata

Inilah yang tak disukai Eden jika berhadapan dengan siluman yang lebih unggul darinya. Merasa tertekan dan juga kelihatan lemah. Perlahan pria itu menoleh ke belakang meskipun tubuhnya kaku dia bersikap biasa. Mata mereka bertemu untuk pertama kalinya. Sungguh di luar dugaan, sosok itu sangat menawan melebih raja atau ratu. Lebih seperti dewa yang memiliki kekuasaan. “Siapa kau?” tanyanya dengan pelan. Rubah itu mengibaskan ekornya dengan pelan. Berdiri tegak memancarkan aura yang begitu agung. Sosok itu perlahan berubah menjadi seseorang. Dari kaki sampai kepala, Eden tak berkedip sama sekali. Pakaian seperti kerajaan dengan jubah berwarna putih itu membuat Eden memandangnya bingung. Sampai akhirnya berhenti tepat di wajahnya, sontak Eden langsung menganga lebar tak percaya atas apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN