James mengibaskan tangannya berulang kali untuk mengusir debu dari reruntuhan gua. Pria itu mendengar ocehan Eden yang membuat telinganya gatal. Tahu kalau kawan nya akan marah. James mencoba berbagai ekspresi wajah supaya nanti jika bertemu Eden dia bisa luluh. Setelah debu perlahan mulai menghilang, sosok Eden dengan pandangan tajam mengarah padanya. James menelan ludah kepayahan dengan segala tingkah tanpa dosa. "Kemari!" titah Eden tanpa sungkan. James menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal, menyembunyikan senjata miliknya yang sangat bahaya. "Aku tak ada pilihan lain, Ed." Jika pasrah, James bisa mati kapan saja. Bola mata Eden mengarah pada benda bersinar yang ada di saku celana milik James. "Apa yang kau ambil?" Pria itu mendekat, semakin langkah kakinya menipis jarak

