Semua orang memandang Yogi karena penyanggahannya. “Kamu tahu hal itu kan?” Yogi mengerutkan dahinya. Seolah meminta dukungan kepada Diandra. Diandra juga tidak mengerti kenapa Lina mengatakan kepada bi Asih, jika dia telah berteman dekat dengan Yogi? “Apa yang dikatakan oleh Yogi memang benar. Yogi dan Lina bertemu ya ketika di rumah sakit itu. Mereka baru kenal ketika di sana,” tutur Diandra. “Ah ... Mbak Diandra memang membela Yogi saja. Kita berteman kok sebelumnya,” sahut Lina. Diandra heran, kenapa Lina bisa berbohong seperti itu. “Kamu yang bohong!” tudingnya sambil menunjung sengit. “Sebetulnya Mbak Diandra dan Yogi memiliki hubungan istimewa kan? Ketika Mas Adam koma, kalian main serong.” Diandra geram. Ia tidak mengerti kenapa Lina menjadi sangat lancang begini. Tangan kan

