Suara adzan terdengar diantara sepinya pagi itu. Pandu yang lima menit sebelum adzan sudah bangun masih setia memeluk Jihan yang masih terlelap. Diusapnya perut Jihan yang sedikit membuncit itu. Dirinya mengingat dua bulan lalu, Jihan memberitahunya kalau ada buah cinta mereka diperut Jihan. "Mas." panggil Jihan pada Pandu yang kala itu sedang melepas kemejanya. Dirinya baru pulang dari rumah sakit sore ini. "Hm," gumam Pandu. Jihan mendekati Pandu, Jihan memberikan sebuah benda yang dijanjikan Pandu kemarin pagi. Setelah Pandu melihatnya, ia-pun berkata dengan mimik wajah yang antusias, "Ini beneran?" tanyanya. Mengangguk sekilas, lalu yang Jihan rasakan adalah Pandu memeluknya. Serta membisikkan sebuah kata padanya, "Terimakasih, Sayang." Kembali kemasa kini, Jihan sed

